Demi Alasan Bisnis, Banyak Gedung Heritage di Medan Beralih ke Pihak Swasta

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082019/1978_Demi-Alasan-Bisnis--Banyak-Gedung-Heritage-di-Medan-Beralih-ke-Pihak-Swasta.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Grand Aston Medan.
DRBerita - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) akan mendata dan memantau gedung bersejarah agar tidak beralih ke pihak swasta. Upaya itu dilakukan untuk mengawal dan mempertahankan keberadaan gedung-gedung heritage sebagai aset dan kekayaan budaya Sumatera Utara.Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari Sinik mengaku prihatin dengan berakhirnya satu persatu gedung heritage di Sumatera Utara, terutama Medan. Demi alasan bisnis, banyak gedung bersejarah yang jatuh ke tangan swasta. Mirisnya, bangunan tersebut justru dihancurkan dijadikan bangunan baru seperti hotel, perumahan dan lain sebagainya.Padahal bangunan-bangunan tersebut mengandung jejak sejarah yang mampu menceritakan kepada generasi saat ini bagaimana dahulu Kota Medan memiliki nilai penting dalam perdagangan dunia. "Keberadaan bangunan bersejarah sangat penting sebagai pelajaran bagi kita dan generasi berikutnya, bahwa Kota Medan pernah memiliki peran sangat penting dalam perdagangan dunia. Itulah kekayaan budaya Kota Medan. Potensi ini sangat besar untuk dijual sebagai destinasi wisata," ujar Azhari.Contoh nyata adalah gedung bekas Kantor PD Aneka Industri Jasa (AIJ) di Jalan Merak Jingga yang dihancurkan dan dijadikan hotel, gedung Balai Kota yang dijadikan hotel Grand Aston melalui BOT dan beberapa bangunan lainnya.Atas pertimbangan itulah, ujar Azhari, ia akan mendata, memantau dan terus mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada bangunan bersejarah. Pasalnya, selama ini tidak ada lembaga yang melakukan hal itu, sehingga banyak di antara bangunan bersejarah yang beralih kepemilikan ke swasta.Upaya yang akan dilakukannya mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. "Kemarin saya ketemu dengan Gubernur dan Wagub, Kadis Infokom Fitriyus, Kepala OPD Bina Marga di masjid Jalan Kejaksaan dan menceritakan tentang upaya perlindungan yang akan LIPPSU lakukan. Alhamdulillah Gubernur dan Wagubsu sangat mendukung," ujar Azhari, akhir pekan.Dukungan itu, ujarnya menjadi bukti bahwa pemimpin Sumut itu memiliki kepedulian dengan sejarah dan kebudayaan Sumut. "Pemimpin seperti inilah yang kita harapkan untuk menyelamatkan heritage di Sumut menuju provinsi bermartabat," katanya.Dalam prosesnya, ujar Azhari, LIPPSU akan memasang spanduk pada bangunan-bangunan heritage lengkap dengan sejarah berdirinya bangunan dan sejarah peruntukan dari masa ke masa. Sehingga masyarakat bisa mengenal dan paham sejarah setiap gedung tua di Medan.

"Keterangan tentang sejarah berdiri dan peruntukannya menggunakan dua bahasa Indonesia dan Inggris. Sehingga selain warga Medan, turis asingpun bisa memahami. Saya yakin upaya ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Medan dan Sumut," ujarnya. (art/drc)

Editor
: admin
Sumber
: Pengawal.id

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Azhari Sinik: Partai Golkar Bisa Berhentikan Erni Sitorus dari Ketua DPRD Sumut

Ekonomi

Inspektur Sulaiman Tegaskan Pergeseran APBD Sumut Tidak Terlarang, LIPPSU: Kangkangi SE Mendagri

Ekonomi

Sambut Idul Fitri, LIPPSU Bagikan Sembako Kepada Warga Prasejahtera dan Korban TPPO

Ekonomi

KMS dan LIPPSU Minta KPK Usut Indikasi Hilangnya Aset Pemko Medan di Lapangan Merdeka

Ekonomi

LIPPSU Identifikasi Ratusan Juta Lobang Jalan di Sumut

Ekonomi

Infrastruktur Jalan di Sumut Rusak Disebabkan Pengusaha Kebun Sawit dan Galian C