Buruh Masih Bekerja Saat Virus Corona Mewabah

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir042020/9860_Buruh-Masih-Bekerja-Saat-Virus-Corona-Mewabah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
ilustrasi
Buruh pabrik
DRberita | Tuntutan buruh pabrik untuk libur ramai disuarakan melalui media sosial. Mereka menganggap social distancing tidak berlaku di tempat mereka bekerja. Meskipun libur, mereka tetap berharap manajemen perusahaan tempat mereka bekerja memberikan upah.R misalnya, pria yang meminta namanya diinisialkan ini mengaku perusahaan PT GSI 2 tempatnya bekerja di Sukabumi, memang memberlakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona."Kami diberi dua masker untuk satu minggu, yang dibagikan baru-baru ini. Katanya ada hand sanitizer sampai saat ini tidak ada, sabun untuk cuci tangan juga tidak ada. Penyemprotan disinfektan dibuat gate juga baru dibuat, kami disuruh untuk masuk ke semprotan itu tapi cairan apa itu kami juga tidak tahu," ungkap R saat berbincang dengan wartawan, Selasa 31 Maret 2020 malam.Kondisi saat bekerja juga disebut R tidak berbeda sebelum ada wabah virus Corona. Buruh tetap mengantri berdempetan saat masuk, kondisi serupa juga terjadi saat para buruh bekerja di dalam ruangan, mereka berdekatan satu dengan yang lainnya."Jaraknya saling berdekatan, bahkan kadang saling bersenggolan jaraknya kurang dari 50 sentimeter apalagi yang tugasnya menjahit sangat dekat satu dengan lainnya, tidak ada perubahan. Kami memang diberi masker tapi dua untuk seminggu, sampai bau," ujarnya seraya menjelaskan masker yang diberikan perusahaan berupa masker yang biasa dijual di pasaran.R berharap untuk diliburkan, meskipun begitu ia berharap manajemen tetap membayarkan gaji sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku."Kalau secara pribadi saya berharap dan keluarga juga inginnya libur, dengan catatan tidak merugikan pihak karyawan misalkan dengan penggajian. Kondisi saat ini kami tetap bekerja, walaupun kami takut terpapar penyebaran virus. Saya lihat di Pikobar, makin hari jumlah ODP dan PDP bertambah terus," kata R.Kondisi serupa juga terjadi di PT PAI. Buruh masih bekerja dengan kondisi saling berdekatan antara satu dengan lainnya."Mayoritas karyawan merasa takut terkena virus, tapi mereka juga merasa takut ketika libur tidak diberikan upah karena ada aturan lain 'No work No pay'," ungkap sumber.Kondisi buruh saat ini dilema, belum ada kebijakan soal status mereka di tengah mewabahnya virus corona. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami sendiri saat itu sempat melakukan sidak ke PT Pratama dan GSI 2 di Sukalarang.Bahkan, Marwan dengan tegas saat itu meminta perusahaan menjalankan prosedur pencegahan penularan Covid - 19.

"Catatan saya, yang harus kita ingat runtuhnya ekonomi masih bisa kita fikirkan solusi untuk bangkit namun ketika ada yang terdampak kemudian meninggal dunia karena kelalaian dalam pencegahan dan ketidakpatuhan terhadap aturan siapa yang bisa ganti? Kalau memang mau menjalankan sesuai SOP protokol kesehatan silahkan, tapi kalau tidak patuh itu akan jadi catatan tegas saya," beber Marwan saat bertemu dengan petinggi PT PAI, Sukalarang, Senin 30 Maret 2020. (art/drb)

Editor
: Bornok
Sumber
: detikcom

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Temukan 2 Alat Bukti, Kejati Sumut Tahan dr. Aris dan Ferdinand Kasus Korupsi Covid-19

Ekonomi

Juru Parkir Jadi Kuasa Direktur Korupsi Covid-19 Sumut

Ekonomi

Kesepakatan Korupsi Covid-19 Sumut Berawal dari Pertemuan di Cafe Wak Noer

Ekonomi

Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah

Ekonomi

Warga Medan Terkonfirmasi Omicron, Satgas Covid-19 Segera Koordinasi ke Kemenkes

Ekonomi

LKLH Sumut Dukung Ihwan Ritonga Monitoring Limbah Covid-19 di Medan