Branding UMKM Simalungun Sudah Saatnya Naik Kelas

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir072019/4636_Branding-UMKM-Simalungun-Sudah-Saatnya-Naik-Kelas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Penyampain materi pembuatan pupuk organik kepada kelompok masyarakat peternak.
DINAMIKARAKYAT - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar yang tak terpisahkan dari perekonomian Indonesia. Disaat krisis ekonomi yang melanda beberapa Negara berkembang di dunia, UMKM mampu bertahan di bawah derasnya guncangan pelemahan nilai mata uang.Hal ini diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Simalungun H. Badri Kalimantan, SE, MM di sela-sela kegiatan pendampingan dan penyerahan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) kegiatan program kemitraan masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan, pada akhir pekan lalu, di Balai Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Hadir dalam acara Sekretaris LPM Unimed Mukti Hamjah, Pangulu dan Sekretaris Nagori Dolok Maraja, Ketua Program Kemitraan Masyarakat LPM Unimed Taufik Hidayat, Direktur Eksekutif Pusat Study Pendampingan Rakyat (Puspera) Irfandi, Staf Administrasi LPM Unimed Rita Purnama Sari, serta Kelompok Peternak dan Pelaku Usaha yang ada di kabupaten Simalungun.Dalam arahannya Badri Kalimantan menegaskan bahwa sudah saatnya UMKM di Kabupaten Simalungun harus berbenah dan naik ke level sebagai pemain utama pada segmen produk usaha unggulan. Tidak hanya pada kualitas, branding dan packaging juga harus di enahi untuk merebut pasar. Simalungun yang diapit dua isu nasional yaitu Perapat sebagai destinasi wisata Geo Park Kaldera Danau Toba dan Kawasan Ekonomi khusus Sei Mangke, menjadi pasar strategis bagi UMKM."Maka dari itu UMKM harus menata diri untuk meningkatkan Branding agar dapat naik kelas ke level yang lebih baik, dapat meningkatkan nilai jual produk hingga mampu sejajar dengan produk-produk pabrikan," kata Direktur PDAM Tirtauli ini.Ketua program Program Kemitraan Masyarakat LPM Unimed Taufik Hidayat sebelumnya mengungkapkan bahwa Unimed telah beberapa kali memberikan bantuan dan melakukan kegiatan di Kabupaten Simalungun dalam upaya memberikan stimulus dan menunjang produktivitas UMKM agar mampu menjadi usaha yang maju dan mandiri."Saat ini kita melakukan pendampingan kepada kelompok peternak yang ada di Nagori Dolok Maraja, khususnya peternak kambing ettawa. Dimana kambing etawa tidak hanya dijual dagingnya akan tetapi memiliki produk turunan susu kambing yang punya nilai ekonomi yang cukup menjanjikan," sebutnya. "Maka dari itu pemenuhan pakan menjadi sebuah keniscayaan. Alat TTG yang diberikan merupakan mesin pencacah batang ubi, jagung dan sawit, yang digunakan sebagai pakan yang difermentasi sehingga mampu meningkatakan nutrisi pada hewan ternak. Ini juga pasti akan berbanding lurus dengan peningkatan produksi susu dan daging," sambung Taufik.Menanggapi hal itu Ketua Kelompok Peternak Sukses Mandiri Irwan mengucapkan terima kasih kepada LPM Unimed dan pihak-pihak terkait yang peduli dengan kondisi usaha-usaha kecil dan kerakyatan. Karena baru kali ini kelompok peternak mendapat perhatian dari pihak-pihak luar. Bantuan ini cukup tepat karena para peternak saat ini meradang dan resah akibat adanya pelarangan untuk mengembalakan hewan ternak di seputaran perkebunan karet PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate. Selama ini peternak menggantungkan pakan dari areal perkebunan, adanya pelarangan itu banyak anggota masyarakat yang menjual ternak dengan harga murah karena mengalami paceklik pakan.

"Adanya alat ini kami tidak hanya bergantung pada rumput perkebunan akan tetapi dapat menggunakan pakan alternative dari pelepah dan batang sawit, ubi serta jagung setelah dipanen. Serta dengan metode fermentasi pakan ternak mampu membuat pakan bertahan sampai setengah tahun tanpa takut ternak kekurangan nutrisi," ungkap Irwan. (art/drc)

Penulis
: Irfandi
Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Sumut Siap Jalankan Kebijakan Kementerian UMKM Melalui KUR Pascabencana

Ekonomi

Pemuda Pancasila Borong Dagangan UMKM Jadi Takjil Untuk Pengendara Jalankan Ibadah Puasa

Ekonomi

Sambut Mantan Menteri, PKB Sumut Akan Berdayakan Perempuan Milenial dan Kaum Ibu di Bidang UMKM

Ekonomi

Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Bank Sumut Siapkan Skema Sesuai Aturan OJK

Ekonomi

Dana Hibah Pemprov Sumut Rp41 Miliar, Bukan untuk Pembangunan Gedung UMKM Square

Ekonomi

MES Sumut dan Zakiyuddin Bahas Zona KHAS Untuk UMKM di Kota Medan