DRberita | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) MJ Bordir melakukan perubahan yang fundamental pada strategi pemasaran dengan menggunakan strategi kekinian berbasis electronic Comerce (e-comerce).Strategi itu sebagai aktivitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksi bisnis untuk menciptakan, mengubah, dan mendefenisikan kembali hubungan antara penjual dan pembeli.Demikian diungkapkan Ketua Tim PPDM Unimed Dr. Fitrawaty di Aula Kantor Desa Mangga Dua, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa 24 September 2019. Hadir dalam acara Kepala Desa Mangga Dua Mustaqim, Ketua Remaja Masjid, Director Executif Puspera Irfandi, Ketua BUMDes MJ Bordir, Netty Rohani dan masyarakat pengerajin bordir.MJ Bordir merupakan binaan Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang memasuki tahun ketiga. Program pembinaan ini diasuh oleh tim yang diketuai Dr. Fitrawaty dengan anggota Armaini Rambe, Karya Sinulingga dan Gamal Kartono.Selama tiga tahun tim telah melakukan peningkatan kualitas produk, menghimpun pengrajin menjadi satu organisasi di bawah BUMDes, peningkatan manajemen usaha dan pemasaran berbasis IT dengan menggunakan website e-comerce dengan alamat http://www.mjbordirmd.com.Fitrawaty menjelaskan bahwa produk yang siap dipasarkan harus mempunyai kelayakan, seperti persiapan merek dagang. Kelompok usaha MJ Bordir juga telah mendaftarakan merek dagangannya ke Kemenkumham. Merek dagang yang telah dimiliki dituangkan menjadi plakat usaha berupa neon books, kemasan plastik, merek yang dipasang pada setiap produk, kemasan kotak, album produk dan website pemasaran."Setiap tahunnya, setiap kelompok dibina berjenjang mulai dari penguatan teknologi dengan pemberian mesin bordir, meja menggambar pola dan mendatangkan pemateri ahli. Sedangkan di tahun kedua penguatan manajemen BUMDes dengan melengkapi administrasi. Serta di tahun ketiga ini fokus kita lebih kepada pemasaran berbasis digital sehingga produk dikenal luas ke mancanegara," cetus Doktor Ahli Ekonomi asal Unimed ini.Kades Mangga Dua, Mustakim mengapresiasi Tim PPDM yang telah banyak berbuat di desanya untuk pengembangan usaha bordir sehingga desanya telah mengalami perkembangan yang pesat."Perkembangan usaha ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Desa Mangga Dua, khususnya kaum ibu yang tadinya tidak mempunyai penghasilan menjadi produktif dan dapat menopang perekoniman keluarganya. Disamping itu juga desa kami menjadi lebih dikenal oleh masyarakat melalui produk yang dihasilkan. Kondisi ini berdampak pada pembangunan desa. Saya sangat berharap masyarakat Desa Mangga Dua masih tetap mendapatkan pembinaan dari Unimed di masa yang akan dating," ungkap Mustakim.Senada juga diungkapkan Netty Rohani, Ketua BUMDes MJ Bordir. Ia menjelaskan betapa besarnya manfaat yang telah dirasakan oleh ibu-ibu pengerajin bordir.
"Kami telah mendapatkan berbagai pelatihan terlebih pendampingan yang terus dilakukan oleh tim sehingga usaha kami terus berkembang. Perkembangan usaha kami dapat dilihat dari semakin banyaknya ibu rumah tangga yang terlibat, jumlah produksi yang semakin meningkat, menghabiskan kain mencapai 5000 meter kain, yang dibeli langsung dari pabrik dan sekarang kami telah memasuki pemasaran berbasis online yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan kami," paparnya. (art/drb)