drberita.id | Sebanyak 60 UMKM di wilayah Jakarta Barat terpilih mendapatkan bantuan berupa alat pendukung usaha, modal, akses atas fintech, pendampingan dan monitoring usaha secara berkala. UMKM yang telah menjalani berbagai proses, mulai dari assessment, verifikasi, interview dan seleksi.
Pemberian bantuan kepada UMKM ini dilakukan dalam rangka ulang tahun ke 5 Klinik Sehat Rorotan PTTEP kerjasama Dompet Dhuafa.
Direktur CSR Dompet Dhuafa, Herdiansah menjelaskan, beberapa kriteria utama dari program bantuan usaha mandiri yang diberikan yakni omzet usaha yang turun drastis atau minus selama tiga bulan terakhir, dan durasi usaha yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun.
Baca Juga :Stok Darah PMI Medan Menipis, Ada Syarat Tambahan Buat Pendonor
"Proses assessment UMKM kami lakukan selama kurang lebih dua bulan. Ini bertujuan untuk mencari pelaku UMKM yang memang betul-betul terpuruk karena pandemi Covid-19," ujar Herdiansah dalam siaran pers, Jumat 21 Agustus 2020.
Klinik Sehat Rorotan PTTEP-Dompet Dhuafa sebagai klinik kesehatan tingkat pratama, juga memiliki perhatian terhadap ekonomi warga di sekitar wilayah Rorotan. Program berbasis UMKM ini juga diadakan dalam rangka memperingati hari UMKM nasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus.
"Program ekonomi berbasis UMKM ini adalah program yang dirancang khusus untuk UMKM, guna membangkitkan semangat para pelaku sektor UMKM yang hari ini sedang ditempa ujian covid-19," sambung Afiat Djajanegara selaku General Affairs Manager PTTEP.
Lebih lanjut Afiat menjelaskan, program ini akan menjadi pilot projek yang akan discale up ke skala nasional, dengan tetap melihat melihat respon dan perkembangannya. Tidak hanya itu, program ini juga berhasil mendapatkan penghargaan MURI.
Perwakilan Walikota Jakarta Utara Yuyun Wahyudi yang turut hadir dalam serah terima program mengaku sangat senang dengan program ini.
Baca Juga :7 Anak Korban Pembunuhan Berencana di Samosir Trauma
"Saya sangat senang dan mengapresiasi berbagai pihak terutama Klinik Sehat Rorotan yang tidak hanya berfokus pada bidang kesehatan, tetapi juga memiliki concern pada bidang ekonomi," katanya.
"Walikota Jakarta Utara berharap program ini dapat disinambungkan dengan program-program ekonomi milik Pemprov DKI dan berkelanjutan," tutup Yuyun.
art/drb