drberita.id | Alumni BEM Nusantara Sumatera Utara (Sumut) kecewa dan sangat menyanyangkan peristiwa kerusuhan pada acara Temu BEM Nusantara ke XII di Universitas Wijaya Kusuma, Kota Surabaya, Kamis 11 Maret 2021.
Pertemuan para presiden mahasiswa dari Sabang sampai Merauke itu harusnya melahirkan gagasan baru dan pernyataan sikap tentang kondisi bangsa hari ini.
"Kita melihat dinamika yang terjadi bukan lagi tentang pertengkaran fikiran dan argumentasi yang mendasar, melainkan praktek politik praktis dan persoalan siapa yang akan memimpin BEM Nusantara ini ke depan. Kita sangat kecewa dan mengecam ini," kata mantan Presiden Mahasiswa Universitas Al-Azhar Medan, Zulkifli, Kamis 11 Maret 2021 malam.
BACA JUGA :KPK Banding Putusan Hakim Atas Vonis Terdakwa Nurhadi
Zulkifli menyebutkan, kerusuhan yang terjadi antar sesama peserta merupakan preseden buruk sepanjang sejarah pertemuan BEM Nusantara sebelumnya. Menurutnya hal tersebut merupakan kelalaian dari panitia penyelenggara yang tidak mampu mengkondusifkan suasana.
"Apalagi info yang kita dapat bahwa ada orang bayaran atau suruhan yang bukan mahasiswa menjadi pengacau saat berjalannya sidang pleno. Ini membuktikan bahwa penyelenggara tidak siap dengan temu ini," sebutnya.
Zulkifli mengungkapkan, bahwa temu BEM Nusantara tersebut sudah disusupi oleh orang-orang yang sejak awal tidak menginginkan adanya sikap ataupun pemikiran baru dari hasilnya.
"Kita menduga adanya operasi senyap dari lembaga negara yang tidak mengingikan mahasiswa se-Indonesia bersatu dalam menyikapi persoalan hari ini," ungkapnya.
BACA JUGA :Maling ITG di Karaoke Scorpio & Bar Hotel Radison Ditangakp
Selain itu, Zulkifli meminta kepada Satgas Covid-19 Kota Surabaya atau Provinsi Jawa Timur agar memburkan acara tersebut, sebab diduga telah mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).
"Dari video yang kita terima, terlihat para peserta tidak mematuhi prokes, kita minta Satgas Covid-19 membubarkan acara tersebut karena berpotensi menjadi klaster baru," pungkasnya.