drberita.id | Setelah tiga hari menggelar aksi mogok makan, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Anti Plagiasi UINSU (Komanpu), akhirnya diterima dan berdialog langsung dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) Prof. Dr. Syahrin Harahap.
Setelah dimediasi Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut Yose Rizal Saragih, lima orang mahasiswa peserta demo mogok makan bersedia menemui Rektor UIN Sumut untuk berdialog di ruang kerjanya, Rabu 31 Maret 2021 sekira pukul 21.15 WIB, dan berlangsung sekitar satu jam lebih.
BACA JUGA :DPR "Semprot" Pemerintah, Dana Triliunan Rupiah Tapi Gagal Basmi Teroris
Selain Rektor UIN Sumut Prof Syahrin, dalam pertemuan itu juga terlihat hadir Wakil Rektor III Nispul Khair, WD III FIS Yose Rizal Saragih, WD III Fak. Syariah dan Hukum Arifuddin.
Sebelumnya, para mahasiswa ini telah menggelar aksi mogok makan sejak Senin 29 Maret 2021, di depan Hotel JW Marriot saat berlangsungnya pertemuan Rakor PTKN BLU se Indonesia selama 2 hari.
[br]
Pada Rabu 31 Maret 2021, mereka kembali melanjutkan aksinya di depan gedung Rektorat UIN Sumut, dengan tuntutan agar Menteri Agama RI membentuk tim independen mengusut adanya dugaan plagiasi.
Koordinator aksi Irham Sadani kepada wartawan usai pertemuan menyatakan, pertemuan mereka dengan rektor untuk meminta klarifikasi atas adanya tekanan dan ancaman dari unsur pimpinan di UIN Sumut, bahwa mahasiswa yang melakukan aksi demo bisa terancam di drop out (DO).
BACA JUGA :Komunitas Satu Hati Berbagi Sembako ke Wartawan dan Panti Asuhan
Dikatakannya, rektor sangat respon atas apa yang mereka sampaikan. Bahkan, atas nama pimpinan tertinggi UIN Sumut, rektor menyampaikan permohonan maaf jika ada tindakan dari bawahannya baik WR maupun WD, yang terkesan menekan mahasiswa yang berunjuk rasa.
Terkait tuntutan mereka tentang dugaan plagiasi, sebut Irham, mereka meminta agar dibentuk tim independen untuk memeriksanya.
[br]
Jika dugaan itu benar tentu harus ada sanksinya. Tapi jika ternyata dugaan itu tidak benar, maka nama baik rektor harus dipulihkan dari segala tuduhan plagiasi.
"Kami siap melawan serta pasang badan untuk membela rektor dari pihak-pihak yang ingin menjelekkan rektor dan UIN Sumut, jika dugaan itu ternyata tidak benar. Kami tidak ingin UIN Sumut jelek diluar," ujar Irham.
BACA JUGA :Sudah 10 Tahun Jalan di Perbatasan Medan Deliserdang Terbiarkan