Mahasiswa UINSU Minta Menag Beri Rekor MURI ke Gedung Mangkrak

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir072020/_7195_Mahasiswa-UINSU-Minta-Menag-Beri-Rekor-MURI-ke-Gedung-Mangkrak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Yudha
Ampera UINSU demo deoan gedung mangkrak senilai Rp 45,7 miliar.

drberita.id | Aliansi Mahasiswa Pergerakan (Ampera) UINSU meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberikan Rekor MURI ke gedung kuliah terpadu yang mangkrak senilai Rp 45,7 miliar, Kamis 30 Juli 2020.

Permintaan itu disampaikan mahasiswa melalui orasi di depan gedung mangkrak tersebut.

"Gedung kuliah terpadu UINSU ini layak mendapatkan rekor muri dari bapak menteri agama Fachrul Razi, karena sampai saat ini masih bisa bertahan dengan megahnya," ucap Ketua Ampera UINSU Taufik Habibi Harahap.

Baca Juga:9 Massa PMSU Demo PTPN4 Ancam Aksi di Jakarta

"Gedung kuliah terpadu UINSU yang mulai dibangun pada 23 April 2018 sampai sekarang belum selesai dalam artian 2 tahun sedang mangkrak, sudah pasti dipertanyakan bahwa anggaran pembangunan dari instansi Kementerian Agama RI ini dinilai tidak jelas," sambungnya.

Taufik mengatakan bahwa Rektor UINSU Prof Saidurrahman berhasil juga memecahkan Rekor MURI dalam mengawetkan gedung mangkrak di seluruh Indonesia.

"Kami mengapresiasi penuh Rektor UINSU selama periodesasinya. ditambah lagi dengan Kartu Tanda Mahasiswa ( KTM ) 3 tahun belakangan ini penanganannya juga belum usai," pungkas Taufik.

Koordinator Aksi Rahmad Syahputra menambahkan, di tengah wabah Covid-19 penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT ) sebesar 10% sangat diharapkan. Mereka mengapresiasi keputusan Rektor UINSU yang terkesan memaksakan orang tua mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 untuk lebih bergiat diri dalam mencari uang kuliah anaknya.

"Terima kasih untuk Rektor UINSU, belum lagi kuliah yang tidak efektif, masa iya bayar UKT cuma 10% penurunannya. Kuliah online itupun lewat WA, kami menduga rektor berasumsi kuliah online yang bersubsidi kuota gratis pada mahasiswa hanya untuk merugikan dompet pribadi," kata Rahmad.

Baca Juga:SPBSU Demo DPRD Sumut Janji Panggil Kapolres Sergai

Ampera menilai seluruh persoalan yang terjadi di UINSU tidak jelas penanganannya dan mereka akan terus menerus untuk selalu mengapresiasi di hadapan publik.

"Pengapresiasian gedung mangkrak UINSU ini akan terus berlanjut hingga ke hadapan pihak penegak hukum," tegas Koordinator Lapangan Ampera UINSU Muhammad Hidayat.

art/drb

Penulis
: Yudha EL
Editor
: Gambrenk

Tag:

Berita Terkait

Berita

Rektor UINSU Dicopot, AMP2SU Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan KKN

Berita

Polda Sumut Tunggu Laporan Masuk SPPBJ Palsu UINSU

Berita

Rektor UINSU Prof Syahrin Didesak Mundur

Berita

SPPBJ Palsu Beredar, Rozi Albanjari Minta Polda Sumut Bongkar Mafia Proyek UINSU

Berita

Spanduk 1 Juta Bibit Lele Terbentang Depan Kampus UINSU, Ada Apa?

Berita

Dosen Minta Rektor Batalkan Hasil Seleksi Dosen Tetap Non PNS UINSU