drberita.id | Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 31 Maret 2022.
Dalam aksinya, PP HIMMAH menolak Ibu Kota Negara (IKN), penundaan pemilu, dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.
"Juga meminta stok ketersediaan dan harga pangan stabil, copot menteri yang tidak berprestasi. Perpanjangan jabatan presiden dan wakil presiden nyata mengkhianati konstitusi. Jelas tertera dalam Pasal 7 UUD 1945, jangan runtuhkan demokrasi dan ekonomi dengan menunda pemilu 2024" tegas Koordinator Aksi, Novrizal Taufan Nur.
"Harga pangan naik, migor langka, hutang negara menggunung mencapai Rp 7000 triliun, masalah Covid-19 tak jelas , tidak mampunya Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mencari investor membuktikan mundurnya Soft Bank sebagai salah satu investor IKN, dan Bambang ingin minta patungan duit rakyat untuk membangun IKN," sambungnya.
BACA JUGA:
LSM Galaksi Siap Dukung Data Kejatisu Bongkar Dugaan Korupsi CitralandBerangkat dari berbagai masalah tersebut, PP HIMMAH tegas menolak IKN di Penajem Pasir Utara, Kalimantan Timur. "Masih banyak yang harus diselesaikan Presiden Jokowi," ungkap Rizal.
PP HIMMAH di bawah komando Ketum Abdul Razak Nasution akan konsisten dan istiqomah bersama rakyat mengawal kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.
Selain itu, massa HIMMAH meminta secara khusus kepada Presiden Jokowi agar mencopot dan mengganti menko dan menteri yang tidak berprestasi, yang tidak bisa mengimbangi akselerasi dan visi misi Preisden Jokowi.
BACA JUGA:
Kejati Sumut Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Citraland HelvetiaDi antaranya Menteri BUMN Erick Tohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan M. Luthfi, dan Menko Maritim dan Invetasi Luhut Binsar Pandjaitan.