drberita.id | Forum Rakyat dan Aktivis Sumut menyikapi kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah pada 3 September 2022. Mereka akan menggelar demo pada 9 September mendatang di gedung DPRD Sumut.
Saharuddin, aktivis dan penggiat sosial menyampaikan alasan mengapa menolak kenaikan tersebut. Kenaikan BBM dinilai akan menurunkan daya beli yang sekarang ini sudah 30 persen.
"Dengan kenaikan harga BBM, diperkirakan daya beli akan turun lagi menjadi 50 persen," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu 4 September 2022.
"Jika BBM naik karena alasan subsidi yang selama ini diberikan lebih banyak dinikmati oleh orang orang kaya, Pemerintah seyogyanya mempersiapkan instrumen atau perangkat dan aturan yang pas, sehingga subsidi tidak disalah gunakan," sambung Saharuddin.
BACA JUGA:Partai Buruh Ancam Demo Besar Besaran Jika Harga BBM NaikMenurutnya, bantuan langsung tunai (BLT) yang diharapkan sebagai upaya membantu rakyat dalam menghadapi dampak kenaikan BBM ini juga jangan menjadi masalah sosial atau bahkan di korupsi. "Sebaiknya pemerintah lebih hemat dalam urusan biaya biaya oprasional ditiap-tiap lembaga negara, agar rakyat merasa ada keadilan sosial," terang Saharuddin.
Oleh karena itu, lanjutnya, Forum Rakyat dan Aktivis Sumut akan melakukan aksi pada, Jumat 9 September 2022. Di Medan, aksi akan dipusatkan di gedung DPRD Sumatera Utara dengan beberapa tuntutan;
BACA JUGA:Puluhan Warga Sibolangit Laporkan BPN dan Polda ke Ombudsman Sumut Gegara PT. NMN1. Agar Polri dan penegak hukum lainnya menindak tegas penyalahgunaan BBM.
2. Pemerintah agar mengendalikan harga kebutuhan pokok akibat dampak kenaikan BBM.
3. Pemerintah harus dapat menjamin kesediaan stok BBM sehingga tidak terjadi antrian di SPBU.
4. BBM subsidi harus tepat sasaran dan jangan menjadi objek olahan.
5. DPR RI melalui komisi terkait segera memanggil pihak Pemerintah guna menjelaskan kepada publik dan rakyat alasan urgensi kenaikan BBM.