drberita.id | Benterokan terjadi antara ormas PKN dan IPK di Jalan Krakatau Kota Medan, Sabtu 17 April 2021 malam. Benterokan diduga berawal dari perseteruan pungli mengataskan nama ormas.
Informasi diperoleh drberita.id, Minggu 18 April 2021, Sekretaris Pemuda Karya Nasional (PKN) Kecamatan Medan Timur, Tomi Andika bersama 2 rekannya mendatangi Kantor IPK Ranting Glugur Darat 1, Jalan Krakatau, samping Toko Kasimura, sekira pukul 22.00 Wib.
SiLPA Meningkat, Pemko Medan Gagal Eksekusi Anggaran
Tomi datang bersama Ketua PKN Ranting Pulau Brayan Darat 1, M. Ferdiansyah dan bendaharanya, untuk bersilaturahim memperkenalan pengurus ranting yang baru, sekaligus memepertanyakan adanya pungutan liar (pungli) mengatasnamakan PKN.
Namun saat itu juga tiba-tiba Tomi dan 2 rekannya didorong dan dimaki oleh Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Ranting Glugur Darat 1, Joko yang dikawal para anggotanya. Tidak itu saja, Tomi dan 2 rekannya juga dipukuli dan distrom di kepala dan wajahnya.
[br]
Karena situasi tidak seimbang, Tomi dan 2 rekannya melarikan diri ke Kantor PAC PKN Jalan Mandor Krakatau. Mereka terus dikejar dan dilempar oleh massa IPK sekira 50 orang.
Adapun pelaku yang diduga melakukan penganiaya, Cipto anggota IPK Bengkel Lama memukul wajah Tomi pakai tangan, Aseng Pasar 3 GD 1 menyetrum belakang kepala korban hingga luka mengeluarkan darah, dan inisial AAK PBD2 melempar punggung korban dengan batu.
Anggota DPRD di Sumatera Utara Akui Terima Uang Suap Jutaan Rupiah dari Pimpinan
Sekira pukul 00.00 Wib, Ketua Harian PKN Kota Medan Boby O Zulkarnain dan pengurua lainnya sekitar 100 orang tiba di Kantor PAC Jalan Mandor Krakatau.
Benterokan PKN dan IPK akhirnya dapat diredam kepolisian Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur yang datang ke lokasi. Sekira pukul 01.30 Wib, Ketua PAC PKN Medan Timur Tomi Andika membuat laporan ke Polsek Medan Timur.
[br]
Kini kasus beterokan PKN dan IPK di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, itu sudah ditanggani kepolisian untuk mengantisipasi benterokan susulan.